Merapi

Hasil Pengamatan Merapi Per Senin-Rabu: BPPTKG Rekomendasikan Tanggap Bencana

Gunung Merapi (Foto: BPPTKG)

Pengamatan per Senin (22/2) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Merapi meluncurkan 47 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.200 meter ke arah barat daya, hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Aktivitas Merapi berlanjut hingga per Selasa (23/2) mengeluarkan 12 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.200 meter ke arah barat daya yang bermula pada 00.00-06.00 WIB.

Sedangkan pada Rabu (24/2) pukul 06.31 WIB terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 31 mm, durasi 88 detik. Dan juga terdapat tiga kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 700 meter ke arah Barat Daya pada periode pengamatan Rabu (24/2) pukul 00:00-06:00 WIB.

” Merapi pun mengalami 31 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 milimeter (mm) selama 10 hingga 128 detik dengan dua kali gempa hembusan ber-amplitudo 4-30 milimeter (mm) selama 12-15 detik,” terang Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Rabu (24/2).

Namun, BPPTKG melaporkan bahwa status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap berada di level III (Siaga). Seperti dilansir Tempo.co, meskipun status siaga, aktivitas Gunung Merapi; Guguran lava dan awan panas, Gunung Merapi berpotensi bahaya pada wilayah sektor selatan-barat daya meliputi, Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Akan tetapi, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, melaporkan tidak berdampak pada aktivitas warga yang ada di lerengan Merapi seperti, Cangkringan, Pakem dan Turi. Hal ini ditegaskan dengan pertimbangan belum terdapat laporan hujan abu dan guguran awan panas di Sleman.

Kendati demikian, BPPTKG mewanti-wanti karena jika terjadi letusan, lontaran material vulkanik menjangkau radius maksimal tiga kilometer, dan melontarkan guguran lava serta awan panas radius lima kilometer, keduanya terhitung dari puncak gunung.

Oleh karena itu BPPTKG merekomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas di zona bahaya, mengehentikan penambangan di alur sungai yang berhulu Gunung Merapi, menghentikan aktivitas wisata potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh lima kilometer.

Penulis: Idang

Editor: Candil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *