Pasang-Surut Banjir: Penyaluran Relawan Masih Berlangsung

Banjir akibat luapan Sungai Citarum di Kecamatan Pebayuran, Kab. Bekasi, sejak Sabtu (20/2/2021) berangsur surut.

“Sekarang yang tergenang banjir itu Cabangbungin. Dari sembilan desa, sudah tujuh desa yang tergenang,” kata Muhamad Said, BPBD Kab. Bekasi.

Ketinggian air Kp. Cabang Dua, Desa Lenggahsari, Kec. Cabangbungin, Kab. Bekasi sempat mencapai 2,5 meter kini diklaim telah berkurang hingga 30 sentimeter di beberapa tempat.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, per 2 Maret 2021 banjir di cabang dua setinggi lutut orang dewasa belum surut. Menurut laporan BPBD Kab. Bekasi pada laman resminya, banjir di Cabang Dua ini bersumber dari hulu kali Ciherang.

Penyebab terjadinya banjir diduga karena terdapat penurunan permukaan tanah di Cabang Dua, meningkatnya permukaan dasar kali Ciherang, dan intensistas curah hujan.

Akan tetapi, laporan relawan setempat, Pendaki Gunung Serdadu Liar, dan lainnya. Juga pihak BPBD Kabupaten Bekasi beserta Pemerintah Daerah menilai bahwa faktor yang memungkinkan terjadinha banjir Cabang Dua karena penataan vegetasi di hulu kali Ciherang.

Dugaan ini berdasarkan pengamatan per 20 Febuari—pasca surut banjir, hingga 2 Maret 2021. Pada pengamatan tersebut memantau intensitas curah hujan dan tinggi mukan air kali Ciherang.

Dari pengamatan tersebut terdapat temuan yang menyatakan bahwa intensitas curah hujan bukan faktor banjir. Namun dikarenakan daya serap di hulu kali Ciherang, karena wilayah resapan air hujan (Kali Ciherang) tidak memiliki vegetasi yang mendukung.

Itu sebabnya hingga per Selasa (2/3) tinggi banjir masij bertahan setinggi lutut orang dewasa. Meskipun banjir belum surut sepenuhnya. Warga KP Cabang Dua, Lenggahsari, Kec. Cabangbungin, Kab. Bekasi, tidak sedikit yang menolak mengungsi.

Pemerintah daerah (Pemda) Desa Lenggahsari telah menghimbau warga untuk mengungsi sementara di Mushola, Masjid dan Sekolah yang tidak terkena banjir.

” Khawatir akan barang yang ada di rumahnya dan enggan berdesakan, ” ungkap Luthfi Nu Hafidz, Kordinator Pendaki Gunung Serdadu Liar.

Disamping itu antusias relawan dalam menyalurkan logistik masih berlangsung Seperti Paguyuban Pendaki Gunung Serdadu Liar, yang masih beroprasi mengontrol kebutuhan pokok penyitas banjir.

” Kami berharap, penyaluran logistik ini dapat meringankan beban penyitas dalam pemulihan dan relokasi, ” tutur Lutfi Nur Hafiz, kordinator Serdadu Liar.

Logistik yanh disalurkan oleh para relawan setempat diantaranya:

  1. Logistik makan (mie, beras, roti, susu, kopi, air mineral,
  2. Logistik barang (selimut, pakaian, popok bayi, alat sholat, alat mandi),
  3. Dan obat obatan.

” Ada yang kebagian [logistik] ada juga yang tidak, mengapa? Karena banjir ini terjadi di kampung atas dan bawah, di mana logistik datang akan diterima oleh para korban atau pengungsi daerah atas, belum sempat ke daerah bawah logistik sudah habis. Karena para donatur disini tidak tahu kalau di bawah masih ada korban banjir yang membutuhkan. Dengan dalih “tak bisa lewat karena kondisi air masih dalam dan deras” warga atas menakut-nakuti para donatur yang hendak menyalurkan [logistik] ke warga bawah,” terang Luthfi dengan sapaan Kopral saat diwawancarai daring.

Penulis : Idang

Editor : Candil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *