Jejak Karir Rina Gunawan

Kabar duka menimpa dunia berkesenian di tanah air. Rina Gunawan meninggal dunia di usia 46 tahun pada Selasa (2/3). Bertepatan dengan seruan dibuka kembali Industri Pertunjukan Seni yang diusulkan oleh Syaiful Huda, Komisi X DPR RI. Beberapa karyanya di dunia tarik suara, Rina abadi dengan karyanya.

“Ya, benar,” ujar manajer Rina, Evi G Margarhetn.

Meskipun manajer Rina, Evi G Margarhetn telah mengonfirmasi kebenaran meninggalnya Rina. Namun Ia belum berterus terang penyebab Rina meninggal.

Terangnya, ia meminta semua pihak jangan beropini soal penyebab Rina. Lebih baik bersabar sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Teddy Syah, suami Rina.

“Nanti, ya. Saya belum bertemu Mas Teddy,” kata Evi G Margarhetna, Selasa (2/3).

Rina Mustikana mengawali karir di dunia Industri Pertunjukan Seni berawal dari tarik suara. Karir awalnya ini membuahkan album berjudul Yudi yang rilis pada 1995. Dan lagu Symphony dari album tersebut menjadi faktor kepopuleran Rina.

Berawal dari dunia tarik suara, Rina mulai menekuni profesi presenter dan pengusaha. Sepanjang karirnya di dunia presenter, Rina telah memandu beberapa acara televisi seperti Campur-Campur hingga Ruming.

Karir Rina pun mulai melejit, ia membintangi sejumlah sinetron diantaranya, Erte Erwe (Rumah Tangga Ruwet), Pat Pat Gulipat, dan Mat Angin.

Perjalanan karir Rina Gunawan tidak berhenti pada dunia entertaiment saja. Rina pun mulai menggeluti bidang usaha. Dari sana ia memiliki perusahaan 9HN Production yang bergerak di bidang event organizer.

Setelah berkecimpung di bisnis membuatnya tak sering muncul di televisi lagi seperti sebelumnya. Pada Selasa (2/3) Rina Gunawan mengehembuskan napas terakhirnya di Ruang ICU RSPP Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Penulis : M Haydar

Editor : Andi H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *