Arogan Aparat Desa Maki Guru

Arogan Aparat Desa Maki Guru

Bandung—Guru SMPN 1 Cijalingan dimaki dan dibentak aparat desa. Dalam vidio berdurasi 4 menit 29 detik menampilkan Eko, guru SMPN 1 Cijalingan, dalam posisi tersudut. Upaya Eko merendam aparat desa dengan meminta maaf malah mendapat makian.

Kelakuan Pemerintah Desa Cijalingan anti-kritik ini menuai kecaman dari beberapa pihak. Selain anti-kritiknya. Mereka pun berlaku diskriminatif saat mengumpulkan informasi alasan Eko memposting vidio kondisi jalan Cijlaningan.

Sebelumnya peristiwa itu terjadi, Eko hanya mengunggah vidio berisikan informasi soal kondisi jalanan Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang ditanami pisang.

Vidio yang diunggah di Facebook tersebut ramai diperbincangkan. Warganet ramai menyerukan kelalaian pemerintah desa Cijalingan.

Sebaliknya, Pemerintah Desa Cijalingan malah geram atas postingan Eko. Mereka mendatangi Eko yang tengah berada di sekolah. Kedatangan aparat desa menjadi petaka bagi Eko.

Mereka langsung memaki Eko tanpa menanyai maksud dari postingan tersebut. Alih-alih memberikan alasan ketidak bolehannya mengunggah vidio tersebut. Eko malah ditampar dengan ungkapan menantang pemerintah desa.

“Apa maksudnya? Mau nantang pemerintahan? Instansi? Silahkan. Saya siap,” bentak salah seorang aparat desa.

Sikap diskriminatif aparat banyak diperbincangkan warganet. Mereka menaruh prihatin pada pemerintah desa Cijalingan atas kelalaian bekerja dan sikap arogannya.

“Apa maksudnya? Tujuannya apa? Kenapa Posting di Facebook? Baca lagi! Ada Desa Cijalingan itu. Jangan nantang kamu, hah!,” Sambungnya.

Berbagai dukungan pada Eko ramai diserukan. Pasalnya, vidio yang diunggah Eko bukanlah sebuah pelanggaran. Jika pun ada pelanggaran dalam unggahan tersebut. Pihak kepolisianlah yang bakal dihadapi Eko.

” Apa salahnya jika informasi atau aspirasi masyarakat dituangkan dalam media sosial,” cuit nitizen dalam akun resminya (12/3/2021).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *