Lama Terasing, Guru Honorer Keagamaan Kini Menunggu Pencairan Honor

(Source Image: Istimewa)

Sekitar sepuluh ribu guru honorer keagamaan diantaranya guru madrasah, guru magrib mengaji dan guru agama di luar Islam mendapat honor bulanan dari APBD pemerintah Kota Bandung. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Dearah Kota Bandung, Medi Mahendra, menerangkan, telah mengalokasikan dana hibah yang diberikan Kementerian Agama Kota Bandung sebesar 51 Miliyar.

Kebijakan Pemerintah Kota Bandung soal pemberian honor bulanan pada guru honorer keagamaan hingga per Maret 2021, masih belum bisa dicairkan. Honor tersebut direncankana dapat cari sebelum ramdhan atau Idul Fitri. Dana hibah yang dititipkan pada Kementerian Agama Kota Bandung masih belum bisa dicarikan. Sebelumnya, pada bulan 2020 lalu, baru sebagian dapat dicarikan. Dana tersebut berkisar 51 Miliyar dengan rincian alokasi: 43 miliar honorarium guru keagamaan dan sisanya untuk badan hisyab rukyah.

Jumlah honorarium itu disesuaikan dengan tingkatan di mana guru tersebut mengajar, laporan mendetailnya sebagai berikut:

  • Sebanyak 3.000 guru mengaji magrib menerima honor Rp 300.000 per bulan
  • Guru honorer Madrasah dengan jumlah 5.793 orang mendapat honor Rp 300.000 per bulan
  • Guru honorere sekolah yang belum tersertifikasi di tingkat SMP: Rp 700.000 per bulan
  • Guru honorer Madrasah Ibdtidaiyah (MI) dan Raudathul Atfal (RA): 850.000 per bulan
  • Guru honorere No-Muslim: 300.000 per bulan

Disamping itu, guru keagamaan di wilayah Kabupaten Bandung, belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Meskipun demikian, Medi menerangkan, guru honorer yang lain tetap bisa mendapatkan honorarium sertifikasi dan mendaftarkan diri dalam program sertifikasi. Meskipun ditengah pandemi, pemerintah tetap upayakan kesejahteraan guru secara nasional.

Penulis: Haydar

Editor: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *