PKB, Kerahkan Organisasi Sayap Kiri dalam Momentum Paskah dan Wafat Isa Al-Masih

(Source Image: Istimewa)

BANDUNG,— Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) NM Dipo Nusantara Pua Upa meminta Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Garda Bangsa ikut serta mengamankan rangkaian peribadatan masyarakat NTT menjelang Perayaan Paskah pada 2 April 2021 mendatang.

Hari Minggu 28, Maret menjadi hari kelabu bagi jema’ah Gereja di Katedral. Pada siang hari itu, pasangan suami-istri sebagai pelau bom bunuh diri melintasi gereja sambil meledakan bom di tubuhnya. Menurut temuan kepolisian, telah ditemukan atribut ormas Front Pembela Islam di kediamannya. Selain atribut FPI, juga ditemui secarik surat wasiat atas yang menyatakan pasangan suami istri tersebut siap syahid di usia pernikahannya yang baru tujuh bulan dan mengandung calon bayi berusia empat bulan.

Kejadian tersebut, menjadi kesalahan yang berulang. Pasalnya, telah sering terjadi pengeboman di tempat peribadatan non-muslim. Tindakan bom binih diri ini dikecam berbagai pihak. Karena dinila tidak manusiawi dan jauh dari aqidah umat Muslim. Seperti halnya yang diungkap oleh Abdul Muhaimin Iskandar dengan sapaan Gus AMI, ketua umum Dewan Perwikilan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam laporan tertulisnya ia menerangkan, bahwa pihak berwajib mesti waspada dan membersihkan tindakan terorisme di Indonesia. Karena bisa memecah belah kebinekaan Tanah Air.

Di samping itu, Gus AMI pun mengingatkan untuk memperkuat barisan kepolisian, intelejen dan TNI dalam mengamankan momentum hari paskah dan Wafat Isa Al-Masih pada 2 April mendatang.

“Saya berharap, Bom bunuh diri tidak boleh terulang kembali, terlebih sebentar lagi ada Peringatan Jumat Agung dan Paskah. Polri, Intelijen dan TNI harus meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan serta menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Al-Masih pada 2 April 2021 dan perayaan Paskah pada 4 April 2021 mendatang,” tuturnya.

Pesan yang disampaikan oleh Gus AMI tersebut kemudian di respon oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) NM Dipo Nusantara Pua dengan menggerakan badan otonom PKB untuk meniadakan tindakan terorisme beserta pengamanan momentum hari kristiani pada 2 April mendatang dan seterusnya.

“Saya mengecam keras aksi bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021. Apalagi aksi teror tersebut dilakukan saat umat Katolik merayakan Minggu Palma dalam rangkaian kegiatan menjelang Paskah. Saya meminta anggota Gerakan Pemuda Ansor NTT dan Garda Bangsa mengamankan kegiatan tersebut,” katanya, Senin (29/3/2021).

Ia berharap teman-teman warga Nahdliyin, baik itu Ansor maupun Garda Bangsa PKB NTT ikut bersama-sama aparat Polisi dan TNI menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat NTT, terutama di sekitar gereja.

Kata Dipo, peristiwa bom di Gereja Katedral, Makassar harus menjadi perhatian semua elemen bangsa secara bersama-sama, khususnya untuk pengamanan dalam pelaksanaan ibadah umat Kristiani saat merayakan Paskah.

“Bom bunuh diri yang menyerang Gereja Katedral Makassar merupakan kejahatan extraordinary sehingga kita semua harus tetap waspada,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu berharap umat Kristiani NTT tetap tenang melaksanakan rangkaian peribadatan dan perayaan Paskah dan tidak terpancing dengan berbagai hasutan-hasutan yang bisa memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara. Eks Wakil Bendahara Umum GP Ansor itu menilai masyarakat NTT memiliki tingkat toleransi yang tinggi dalam kehidupan beragama.

Dipo menyebut NTT menjadi role model toleransi kehidupan beragama di Indonesia.

“Dan, saya sendiri merasakan itu. Bahkan sejak ayah hingga kakek-nenek dan moyang saya, mereka hidup berdampingan, rukun dan saling menjaga. Ketika pembangunan masjid di dekat Dipo Center di Flores dibangun, saudara-saudara saya yang beragama Katolik datang membantu mengangkat batu, pasir, dan semen,” katanya.

Eks Waketum GP Ansor ini mengingatkan semua pihak harus tetap waspada karena kejahatan teroris bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, Dipo meminta Ansor dan Garda Bangsa PKB NTT agar bersama-sama bersinergi dengan aparat keamanan untuk ikut mengamankan masyarakat yang akan melaksanakan rangkaian peribadatan menjelang perayaan Paskah, 2 April 2021 mendatang.

“Tunjukkan bahwa keamanan nasional dan ketertiban umum di Indonesia tidak akan pernah tergoyahkan hanya karena ulah biadab bom bunuh diri,” tegas pria yang juga akrab disapa Gus Ami tersebut dalam keterangan tertulisnya, Ahad (28/3).

Penulis: Haydar

Editor: Andi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *