BEDAS: Pelantikan di Hari Kesiapsiagaan Bencana, DS Jadikan Momentum Pembangunan Berbasis Pengurangan Resiko Bencana

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati berlangsung pada hari Kesiapsiagaan Bencana. Pelantikan dan momentum hari selaras dengan program 99 hari kerja yang salah satu agendanya menyelesaikan masalah banjir di tiga kecamatan.

Menyelesaikan masalah banjir menjadi salah satu program 99 hari kerja Pasangan Bedas, khususnya di wilayah Kecamatan Cikancung, Cicalengka dan Kecamatan Rancaekek.

“Insya Allah dalam Program 99 Hari kerja bisa selesai masalah banjir di tiga kecamatan ini,” terang Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab dipanggil Kang DS.

Dalam upaya mewujudkan Kabupaten Bandung bebas banjir, Kang DS meminta semua elemen agar bersinergi dalam menghadapi masalah tahunan ini. Tidak ada saling tuding lagi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Kang DS pun akan melakukan koordinasi dengan Bupati Sumedang yang dimediasi oleh Pemprov Jawa Barat terkait banjir di Rancaekek yang kerap mendapat imbas banjir kiriman dari Kabupaten Sumedang.

“Nanti rencananya kita buatkan semacam Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Sumedang agar jangan sampai permasalahan banjir ini merugikan salah satu daerah.” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa kordinasi dengan Pemkot Sumedang adalah satu dari banyaknya pihak yang akan ia kordinasikan soal banjir.

“Bukan dengan Pemkab Sumedang saja, tapi juga antar perbatasan daerah seperti dengan Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi dan Pemkab Bandung Barat,” kata Bupati Bandung terpilih.

Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) merupakan inisiasi BNPB untuk mengajak semua pihak meluangkan satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara seretak pada tanggal 26 April.

Inisiasi dari BNPB menjadikan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana tersebut bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana.

HKB ini juga merupakan ajakan bagi para masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana untuk mengetahui titik evakuasi yang ada.

Setiap tempat perlu adanya titik evakuasi, akan lebih baik apabila titik evakuasi ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.

Hal ini menjadi penting, karena dalam keadaan darurat jalur evakuasi harus sudah ditentukan dan diketahui secara mudah.

Kepala BNPB Doni Monardo menghimbau seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta dalam HKB tahun 2021.

“Saya menghimbau seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta dan berpartisipasi aktif pada Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2021, bunyikan tanda secara serentak seperti kentongan, sirine dan lonceng pada tanggal 26 April 2021 pukul 10.00 waktu setempat.” kata Doni.

HKB tahun ini menggunakan slogan ‘Siap Untuk Selamat’ serta mengusung tema ‘Latihan membuat kita selamat dari bencana’ dengan empat hal yang perlu dilakukan antara lain mengenali ancaman bencana yang ada di sekitar, mengenali risiko bencana, mengetahui tempat evakuasi, dan pelatihan menghadapi bencana bersama keluarga.

Penulis: Haydar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *