Gus Ami: Giroh Nahdlatut Tujjar Langkah Tepat Pemulihan Ekonomi

Ketua Umum PKB, Gus Ami, bekerjasama dengan Ketua Tanfiziyah PWNJ Jateng, KH Muzammil untuk mengembalikan kebangkitan ekonomi Indonesia melalui giroh Nahdlatut Tujjar.

“Wahai pemuda putra bangsa yang cerdik pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan saja suatu badan usaha ekonomi yang beroperasi di mana setiap kota terdapat satu badan usaha yang otonom untuk menghidupi para pendidik dan penyerap laju kemaksiatan.” (Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari – Deklarasi Nahdlatut Tujjar 1918).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Gus Ami menyebut dawuh KH Muzammil soal membangkitkan kembali giroh Nahdlatut Tujjar yakni, langkah efektif dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Dawuh ini sebagaimana arahan dari KH. Hasyim Asy’ari soal mensejahterakan ekonomi rakyat dan terkhusus pendidik.

“Saya sepakat dengan dawuh Kiai Muzammil tadi, giroh Nahdlatut Tujjar harus dikembalikan di mana pilar ekonomi menjadi penyangga kekuatan agama,” kata Gus AMI saat sowan PWNU Jawa Tengah, Minggu, 2 Mei 2021.

Sambungnya, Gus Ami menuturkan telah mengintruksikam seluruh kader terutama yang berada di jajaran legislatif serta eksekutif untuk memulihkan ekonomi melalui tiga hal, pendidikan, ekonomi dan pertanian.

“Kita terus dorong Presiden dan Kementerian terkait untuk benar-benar menjaga dan mengelola siatem pendidikan ini berjalan dengan normal. SDM kita tentu terancam kalau kualitasnya tidak dijaga dengan sebaik-baiknya. Kalau perguruan tinggi online relatif terjaga dan efektif, tapi mulai SD sampai SMA ini masih menjadi tanda tanya efektifitasnya,” kata dia.

Menurutnya dengan sistem dan pengelolaan pendidikan yang baik akan menciptakan SDM yang produktif dalam menciptakan ruang kebangkitan ekonomi. Sebutnya, UNAIR dan UGM telah lebih dulu membuktikan kampusnya berhasil dalam mengelola pendidikan. Ia mengharapkan kampus lain pun mulai melakukan tindakan serupa—menciptakan inovasi untuk kepentingan bangsa.

“Soal Covid-19 ini saya mendengar cuma dua kampus yang produktif. Satu UNAIR yang meracik obat. Yang satu lagi UGM membuat alat genose untuk mengukur tingkat penularan Covid. Kampus yang lain belum terdengar,” ungkap Gus AMI.

Selain recovery pendidikan, Gus AMI juga turut serta memperjuangkan recovery ekonomi, terutama UMK dan pertanian. Menurut dia, recovery ekonomi mutlak harus dilakukan oleh pemerintah.

Kendati demikian, Gus Ami sudah lebih dulu me-recovery ekonomi UMK melalui foodbank, rangkaian Aksi Melayani Indonesia. Program ini upaya serentak kader PKB di Indonesia untuk membeli makanan siap saji di UMK tiap hari Jum’at. Selanjutnya, produk-produk yang dibeli tadi dibagikan di wilayah teritori pengurus—dari tingkat cabang hingga wilayah.

“Hari ini pertanian, tadi Kiai Muzammil cerita bahwa pertanian adalah idola, solusi mengatasi krisis. Dan kita harapkan bukan hanya di masa krisis, pertanian juga betul-betul menjadi solusi yang hisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Ketua Umum PKB, Gus Ami, bekerjasama dengan Ketua Tanfiziyah PWNJ Jateng, KH Muzammil untuk mengembalikan kebangkitan ekonomi Indonesia melalui giroh Nahdlatut Tujjar.

“Wahai pemuda putra bangsa yang cerdik pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan saja suatu badan usaha ekonomi yang beroperasi di mana setiap kota terdapat satu badan usaha yang otonom untuk menghidupi para pendidik dan penyerap laju kemaksiatan.” (Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari – Deklarasi Nahdlatut Tujjar 1918).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Gus Ami menyebut dawuh KH Muzammil soal membangkitkan kembali giroh Nahdlatut Tujjar yakni, langkah efektif dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Dawuh ini sebagaimana arahan dari KH. Hasyim Asy’ari soal mensejahterakan ekonomi rakyat dan terkhusus pendidik.

“Saya sepakat dengan dawuh Kiai Muzammil tadi, giroh Nahdlatut Tujjar harus dikembalikan di mana pilar ekonomi menjadi penyangga kekuatan agama,” kata Gus AMI saat sowan PWNU Jawa Tengah, Minggu, 2 Mei 2021.

Sambungnya, Gus Ami menuturkan telah mengintruksikam seluruh kader terutama yang berada di jajaran legislatif serta eksekutif untuk memulihkan ekonomi melalui tiga hal, pendidikan, ekonomi dan pertanian.

“Kita terus dorong Presiden dan Kementerian terkait untuk benar-benar menjaga dan mengelola siatem pendidikan ini berjalan dengan normal. SDM kita tentu terancam kalau kualitasnya tidak dijaga dengan sebaik-baiknya. Kalau perguruan tinggi online relatif terjaga dan efektif, tapi mulai SD sampai SMA ini masih menjadi tanda tanya efektifitasnya,” kata dia.

Menurutnya dengan sistem dan pengelolaan pendidikan yang baik akan menciptakan SDM yang produktif dalam menciptakan ruang kebangkitan ekonomi. Sebutnya, UNAIR dan UGM telah lebih dulu membuktikan kampusnya berhasil dalam mengelola pendidikan. Ia mengharapkan kampus lain pun mulai melakukan tindakan serupa—menciptakan inovasi untuk kepentingan bangsa.

“Soal Covid-19 ini saya mendengar cuma dua kampus yang produktif. Satu UNAIR yang meracik obat. Yang satu lagi UGM membuat alat genose untuk mengukur tingkat penularan Covid. Kampus yang lain belum terdengar,” ungkap Gus AMI.

Selain recovery pendidikan, Gus AMI juga turut serta memperjuangkan recovery ekonomi, terutama UMK dan pertanian. Menurut dia, recovery ekonomi mutlak harus dilakukan oleh pemerintah.

Kendati demikian, Gus Ami sudah lebih dulu me-recovery ekonomi UMK melalui foodbank, rangkaian Aksi Melayani Indonesia. Program ini upaya serentak kader PKB di Indonesia untuk membeli makanan siap saji di UMK tiap hari Jum’at. Selanjutnya, produk-produk yang dibeli tadi dibagikan di wilayah teritori pengurus—dari tingkat cabang hingga wilayah.

“Hari ini pertanian, tadi Kiai Muzammil cerita bahwa pertanian adalah idola, solusi mengatasi krisis. Dan kita harapkan bukan hanya di masa krisis, pertanian juga betul-betul menjadi solusi yang hisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Penulis: Haydar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *