Papua Jadi Provinisi Olahraga, Syaiful Huda Minta Kemenpora Segera Lakukan Pembinaan Atlit Daerah

Presiden Jokowi sematkan Papua sebagai provinsi olahraga. Kata Jokowi, Papua dinilai sebagai lumbung penghasil atlit. Merespon hal ini Syaiful Huda dorong Menpora untuk pemetaan potensi atlit.

“Kita melihat talenta-talenta utamanya di bidang olahraga, Papua ini memiliki kekuatan sehingga wajar kalau kita sampaikan Papua sebagai provinsi olahraga. Karena bukan hanya sepakbola, ada atletik dan dayung dan yang lain-lainnya, semuanya ada,” kata Jokowi dalam keterangan pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (31/8/2022).

“Sehingga ini kalau dimulai pembinaannya sejak dini, seperti tadi di Papua Football Academy dimulai sejak umur 12 tahun, 13 tahun, mereka nanti akan bisa masuk U-14 masuk ke Y-16, U-19 dan masuk ke elite persepakbolaan di Indonesia maupun di dunia. tapi memang harus memang sejak dini, tanpa meninggalkan yang namanya pendidikan sekolah. Ini yang penting juga,” ujar Jokowi.

“Saya kira coach yang mendampingi juga sangat baik, fasilitas untuk olahraganya, lapangannya sudah lebih dari cukup, sehingga kita hanya menunggu hasilnya. Dan saya ada hasilnya,” imbuh Jokowi.

Respon Syaiful Huda

Di lain pihak, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda sepakat dengan keputusan Jokowi. Bahkan, Huda mendorong Kemenpora untuk segera melakukan pemetaan potensi di tiap daerah. Sehingga pembinaan atlit sejak dini bisa segera dilaksanakan dengan maksimal.

“Sepakat, sejak dari awal memang kita lama mendorong Kemenpora buat klaster berbasis pada potensi daerah, itu menjadi penting tinggal nanti di-mapping lebih detail lagi cabang atau atlet olahraga apa yang berpotensi di masing-masing provinsi itu. Kalau sudah pasti kan Papua itu kan bola terus kemudian cabang atletik mungkin lari, secara geografis memang begitu,” kata Huda kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

Huda pun menjelaskan, cabang olahraga di Indonesia beragam. Maka Kemenpora harus melakukan pemetaan anak daerah sesuai sepesifikasi potensi keterampilan dan bidang olahraganya.

Selain itu, Huda menegaskan pemetaan pembinaan atlit ini tidak hanya diberlakukan di Provinsi Olahraga, Papua, tapi di setiap daerah Indonesia. Tegas Huda, pembinaan atlit merupakan mandat dari Undang-Undang.

“Penyematan provinsi olahraga itu tinggal nanti di-follow up Kemenpora tinggal dilakukan mapping lebih detail, dan mandat di UU-nya sudah ada, tinggal Kemenpora mau follow up itu lebih detail,” ujarnya.

“Itulah pentingnya yang saya bilang itu, jadi mapping lanjutan itu sangat penting supaya penyematan di provinsi atau daerah lain. Lalu juga dengan provinsi dan olahraga bisa dilakukan dengan spesifikasi yang berbeda, banyak potensi di luar Papua, karena cabang olahraga kita juga banyak kan,” kata Huda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.