
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar prihatin atas kejadian keji yang menimpa Pekerja Rumah Tangga (PRT) selama ini. Data dari Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga menunjukan, dari 2015-2022 terdapat 322 kasus kekerasan yang dialami oleh PRT Indonesia.
Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, mengatakan saat ini pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) mengalami stagnasi. Namun Gus Muhaimin terus mendorong agar RUU PPRT segera disahkan. Katanya, urgensi sangatlah jelas.
“Pertama menyangkut tata hubungan kultural yang menyatu dalam suatu hubungan kerja. Kedua, menyangkut perlindungan dan pemberian hak-hak ART, Ketiga, menyangkut pola hubungan kerja yang berbeda dengan hubungan industrial.
Gus Muhaimin menjelaskan, hubungan ART satu kesatuan dan hidup bersama majikan. Belum lagi, status PRT ini masih dianggap pekerja non-profesi. Artinya upaya perlindungan hanya bisa dilakukan dengan disahkannya RUU PPRT.